Menteri Kelautan Korsel Mundur di Tengah Badai Dana Gereja Unifikasi

- Kamis, 11 Desember 2025 | 07:00 WIB
Menteri Kelautan Korsel Mundur di Tengah Badai Dana Gereja Unifikasi

JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk bandara, Menteri Kelautan Korea Selatan, Chun Jae-soo, mengumumkan niatnya untuk mundur. Itu terjadi Kamis lalu, tepatnya 11 Desember 2025. Ia menyatakan pengunduran dirinya terkait dengan tuduhan menerima dana ilegal dari Gereja Unifikasi. Chun dengan tegas membantahnya. "Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar," ujarnya.

Menurutnya, langkah mundur ini adalah bentuk tanggung jawab. "Sebagai pejabat publik, mengundurkan diri dari jabatan menteri dan menanggapi secara langsung adalah perilaku yang tepat," kata Chun saat ditemui di Bandara Internasional Incheon, sebelah barat Seoul.

Ia tak ingin menjadi beban. Chun menjelaskan, keputusannya mundur ditujukan agar tidak membebani pemerintahan Presiden Lee Jae Myung yang sedang memimpin.

Namun begitu, gema skandal ini ternyata sudah bergulir jauh. Media-media lokal dalam beberapa hari terakhir ramai memberitakan laporan dari seorang mantan pejabat Gereja Unifikasi. Mantan pejabat itu disebut telah memberi tahu jaksa tentang pembayaran kepada sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat Lee, dan Chun diduga termasuk di dalamnya. Sayangnya, laporan itu tak menyebut angka pastinya, berapa banyak uang yang diduga diterima sang menteri.

Di sisi lain, kasus ini makin rumit dengan proses hukum yang sedang berjalan. Pemimpin Gereja Unifikasi, Han Hak-ja, sendiri sedang diadili. Ia dituduh menyuap mantan ibu negara, Kim Keon Hee, sebagai imbalan bantuan bisnis. Han membantah semua tuduhan itu.

Menanggapi riuhnya pemberitaan, Presiden Lee Jae Myung lantas menyerukan penyelidikan yang ketat. Ia meminta agar dugaan hubungan tidak pantas antara kelompok agama dan politisi diselidiki tuntas, tanpa memandang afiliasi partai. Lee tak menyebut nama kelompok agama tertentu, tapi pesannya jelas.

Nuansa korupsi ini seolah menjadi lingkaran yang saling terkait. Kim Keon Hee, istri dari mantan Presiden Yoon Suk Yeol, juga sedang berhadapan dengan meja hijau atas tuduhan korupsi tersendiri. Situasi politik di Seoul pun terasa semakin panas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar