Sejak pertengahan tahun lalu, Kamboja terlihat serius memberantas bisnis kotor penipuan daring yang beroperasi di wilayahnya. Gerakan besar-besaran ini membuahkan hasil yang cukup mencengangkan. Lebih dari 210.000 pekerja asing yang terlibat dalam pusat-pusat scam online itu telah pergi meninggalkan negara itu. Mereka hengkang secara sukarela.
Namun begitu, tidak semua berjalan mulus. Otoritas setempat ternyata juga tak segan bertindak tegas. Sekitar 30.000 orang lainnya justru ditangkap dan kemudian dideportasi paksa ke negara asal masing-masing.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sar Sokha, dengan tegas menyampaikan angka-angka itu.
Pernyataan itu disampaikan Sokha pada Kamis lalu, menegaskan komitmen pemerintah. Dia bahkan mengingatkan agar aparat di semua level tidak boleh kendor.
Artikel Terkait
Polri Bentuk Satgas Haji 2026 Cegah Penipuan yang Rugikan Masyarakat Rp92,64 Miliar
AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Bantah dan Klaim Kendali Penuh
Polri Gagalkan 1.243 Calon Jemaah Haji Ilegal Sepanjang 2025
Harley-Davidson Luncurkan Platform Ride untuk Transformasi Merek dan Perkuat Komunitas