Suasana malam di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa lalu, berakhir dengan getir bagi para pendukung Malut United. Laskar Kie Raha harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 2-3 dalam laga pekan ke-23 Super League. Meski kalah, pelatih Hendri Susilo tak pelit memberikan apresiasi. Dia melihat ada semangat juang yang layak diacungi jempol dari anak asuhnya, meski hasil akhir tak berpihak.
“Kami sudah berusaha melawan dan berjuang hingga akhir. Saya pikir, apa yang dilakukan para pemain sangat luar biasa sehingga bisa mencetak dua gol di babak II,” ujar Hendri dalam konferensi pers usai laga, dikutip Kamis (26/2/2026).
Pertandingan memang berjalan alot. Persija langsung menunjukkan taring lebih dulu. Alaeddine Ajaraie membuka keunggulan di menit ke-8, disusul sontekan Jordi Amat yang menggandakan angka di menit ke-29. Babak pertama berakhir dengan tekanan berat bagi pertahanan tuan rumah.
Namun begitu, situasi berubah setelah turun minum. Hendri Susilo melakukan penyesuaian taktik. Upayanya membuahkan hasil ketika Ciro Alves akhirnya membobol gawang Persija di menit ke-77. Sayangnya, euforia itu hanya bertahan dua menit. Fabio Calonego langsung meredamnya dengan gol ketiga untuk tim tamu. David Da Silva sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-81, tapi itu tak cukup untuk mengubah nasib.
Di sisi lain, Hendri dengan jujur mengakui keunggulan lawan. Organisasi permainan Persija, menurutnya, sangat rapi dan disiplin. Itu yang membuat pertahanan Malut kerepotan.
Artikel Terkait
Billy Mambrasar Mundur dari Beasiswa LPDP, Beri Kesempatan ke Anak Bangsa Lain
Pelatih Persija: Fokus pada Konsistensi, Bukan Pergerakan Rival
Pelajar di Kutai Kartanegara Tikam Teman Sekelas Diduga Akibat Bullying
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Disusul Subuh 04.42