Setelah sempat melonjak, harga cabai rawit merah akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda turun. Kabar baik ini datang dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang menyebut perbaikan cuaca dan panen yang meningkat sebagai pemicunya.
Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa kenaikan harga sebelumnya dipicu oleh beberapa hal. Selain permintaan yang tinggi, curah hujan ekstrem sempat menghambat panen. Momentum hari besar keagamaan nasional juga turut berperan.
"Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil,"
ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
Data dari lapangan sepertinya mengonfirmasi hal ini. Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memantau, pasokan rawit merah yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta sekarang bisa mencapai 14 sampai 18 ton per harinya. Nah, di tingkat pedagang, harganya sudah ada di sekitar Rp65 ribu per kilogram. Jelas lebih murah dari periode sebelumnya.
Penurunan ini juga terasa hingga ke petani. Di Kediri, misalnya, harga di tingkat petani turun dari puncaknya sekitar Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.
Artikel Terkait
Masjid Bergaya Kelenteng di Jakarta Timur, Kisah Perjalanan Spiritual Sang Pendiri
Ketua DPRD DKI Nilai Anggaran Belum Efektif Tekan Pengangguran yang Picu Kriminalitas
Penganiaya Pegawai SPBU yang Mengaku Jenderal Ternyata Karyawan Rental dan Pengguna Narkoba
Polisi Bongkar Jaringan SMS Phishing e-Tilang Palsu yang Dikendalikan dari China