Progres pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) disebut berjalan sesuai rencana. Targetnya jelas: stasiun baru ini diharapkan rampung pada Mei 2026 dan siap mengangkut penumpang bulan berikutnya, Juni 2026.
Hal itu disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pada Minggu (12/4/2026).
"Rencana penyelesaian Stasiun JIS pada Mei 2026 dan mulai beroperasi melayani penumpang pada Juni 2026," ujarnya.
Menurut Anne, kehadiran stasiun ini bukan sekadar tambahan fasilitas. Ia akan mempermudah akses masyarakat ke kawasan olahraga dan permukiman sekitarnya. Lebih dari itu, stasiun ini diharapkan bisa meredam kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi.
"Sekaligus menjadi solusi efektif dalam mengurangi beban kepadatan lalu lintas," tambah Anne.
Operasional Stasiun JIS nantinya akan memperkuat layanan di lintas Tanjung Priok. Dan hal ini cukup masuk akal, melihat data pengguna KRL di lintas tersebut yang terus merangkak naik. Angkanya cukup menggembirakan. Dari 1,6 juta pengguna di 2022, melonjak jadi sekitar 2,7 juta di 2023. Tren positif berlanjut di 2024 dengan angka mencapai 3,38 juta orang.
Bahkan di 2025, jumlahnya masih bertahan di atas 3,5 juta pengguna. Sementara untuk tiga bulan pertama di 2026 ini, volume pengguna sudah menyentuh angka 873.658 orang.
"Pertumbuhan angka pengguna layanan KRL yang signifikan ini membuktikan bahwa layanan kereta api semakin menjadi pilihan utama," papar Anne.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas ini tentu butuh dukungan infrastruktur. KAI bersama DJKA Kemenhub telah mengerjakan penguatan prasarana, lewat program elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda. Ruas yang dibenahi sepanjang 8,115 kilometer track, membentang dari Jakarta Kota hingga Tanjung Priok. Hasilnya? Layanan di lintas utara disebut semakin optimal.
"KAI melalui KAI Commuter fokus pada penyediaan layanan transportasi yang memberikan manfaat bagi publik," tegasnya.
Anne menjelaskan, dengan operasional Stasiun JIS dan penguatan prasarana di lintas utara yang didukung penuh berbagai pemangku kepentingan kontribusi kereta api bagi mobilitas warga diproyeksikan akan jauh lebih besar. Impian untuk mengurangi kemacetan ibukota, sedikit demi sedikit, mulai menemukan bentuknya.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Warga Korea Selatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Bekasi, Polisi Duga Korban Dibunuh
Nilai Pasar Maarten Paes Meroket ke Rp34,76 Miliar Usai Jadi Pahlawan Adu Penalti Ajax
Pertamina Drilling dan Halliburton Jalin Kerja Sama Kembangkan Bisnis Jasa Pengeboran Global
Marc Marquez Dinyatakan Bugar untuk MotoGP Italia, Tapi Nasibnya di Balapan Penuh Ditentukan Tes Medis Lanjutan