Demi cinta, seorang gadis asal Lampung nekat melakukan penyamaran yang luar biasa. Santi, 19 tahun, menyamar menjadi pria hanya untuk bisa menikahi kekasih hatinya, Alda yang masih 15 tahun. Semua ini terjadi di Sinjai, Sulawesi Selatan. Tapi penyamarannya tak berlangsung lama. Rupanya, ia tak sanggup memenuhi tuntutan uang panai mahar dari keluarga sang pacar, yang akhirnya membongkar semua tipu dayanya.
Kisah ini berawal dari sebuah aplikasi pertemanan di media sosial, sekitar Maret 2026 silam. Lewat dunia maya, Santi yang berasal dari Lampung itu berkenalan dengan Alda. Dalam perkenalannya, Santi menggunakan nama samaran "Mulang" dan mengaku sebagai seorang laki-laki.
"Itu (Santi) warga Lampung, kenalan lewat media sosial,"
kata Abdul Rauf, Kepala Desa Biji Nangka, menjelaskan asal muasal pertemuan keduanya.
Komunikasi mereka pun kian hari kian intens. Hubungan jarak jauh itu berkembang menjadi pacaran, sampai akhirnya Santi menyatakan niat seriusnya untuk menikah. Alda pun memberikan alamat rumahnya di Sinjai.
Maka, pada suatu Rabu malam di awal April, Santi benar-benar tiba di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong. Ia tak sendirian. Temannya, Sintia (15), ikut serta dan juga menyamar sebagai pria dengan nama Rifki. Namun begitu kaki menginjakkan tanah di rumah Alda, mimpi indah mereka langsung diuji. Sang nenek, yang mewakili keluarga, langsung menyodorkan permintaan uang panai sebesar Rp 250 juta.
"Pas datang diminta ki sama neneknya uang panai Rp 250 juta, keduanya tidak sanggupi, makanya batal,"
ungkap Abdul Rauf lagi, menceritakan momen genting yang menggagalkan semua rencana.
Terpojok dan jelas tak mampu memenuhi permintaan fantastis itu, Santi dan Sintia memilih pergi. Mereka meninggalkan desa itu menuju kampung lain, dengan hati pasti serasa tertohok. Rencana pernikahan yang dibangun lewat kebohongan pun akhirnya buyar.
Keesokan harinya, nenek Alda melaporkan kejadian aneh ini kepada kepala dusun. Laporan itu dibuat pada Jumat pagi, menandai akhir dari sebuah drama percintaan yang penuh dengan penyamaran dan akhirnya, kenyataan pahit.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI: Idul Adha Momentum Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Perkotaan
Patroli Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Kalimalang, Empat Pelaku Diamankan
Separuh Hewan Kurban Masjid Istiqlal Disumbang Masyarakat Umum dan Non-Muslim, Bukti Kebersamaan Lintas Iman
Rumah YouTuber Bone Dibobol Maling Saat Salat Idul Adha, Emas 500 Gram dan Rp50 Juta Raib