Menariknya, ini bukan kali pertama insiden semacam ini terjadi. OpenAI, sang pencipta ChatGPT dan juga rival berat Anthropic, sudah lebih dulu menyuarakan keluhan serupa awal bulan ini. Polanya mirip, yang menunjukkan bahwa masalah ini mungkin lebih luas dari yang kita duga.
Lalu, bagaimana perusahaan China itu bisa mengakses sistem Anthropic? Dugaan sementara, mereka menggunakan taktik licik. Untuk menghindari blokir akses komersial dari China, laboratorium-lab tersebut diduga memakai ribuan akun palsu. Lalu lintas datanya pun dialirkan melalui berlapis layanan proksi, sehingga sulit dilacak.
Di sisi lain, Anthropic merasa ini bukan sekadar persaingan bisnis biasa. Mereka menilai praktik semacam ini berpotensi membahayakan keamanan nasional AS. Karena itu, mereka mendesak adanya respons terkoordinasi. Baik dari kalangan industri maupun pemerintah. Soalnya, masalah sebesar ini dianggap tak mungkin bisa ditangani oleh satu perusahaan saja.
Situasinya kini sedang memanas. Tuduhan menyeruak, dan dunia teknologi menunggu tanggapan dari pihak yang dituding. Apa yang terjadi selanjutnya, bisa menentukan arah persaingan global di bidang kecerdasan buatan.
Artikel Terkait
Warner Bros Pertimbangkan Tawaran Revisi Paramount untuk Gagalkan Akuisisi Netflix
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan