"Skema pajak ilegal Trump telah menyebabkan kerusakan jangka panjang," ujarnya. "Kerusakan itu dirasakan keluarga biasa, usaha kecil, dan para produsen yang terus dihantam gelombang tarif baru."
Namun begitu, jalan RUU ini untuk jadi undang-undang terbilang sangat terjal. Saat ini, kendali legislatif ada di tangan Partai Republik, sekutu utama Trump. Peluangnya untuk lolos dianggap tipis oleh banyak pengamat.
Di sisi lain, Trump sendiri tampaknya ogah-ogahan. Usai putusan Mahkamah Agung, dia memberi sinyal enggan mengembalikan uang tersebut. Alasannya? Dia berkilah bahwa putusan pengadilan tidak secara eksplisit memerintahkan pengembalian dana. Sikapnya itu memantik kritik lebih lanjut.
Jadi, meski desakan dari tiga senator itu keras, realitas politik di Washington bisa jadi penghalang terbesar. Perdebatan soal triliunan rupiah ini diprediksi masih akan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Serikat Pekerja Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Pick Up India untuk Kopdes
Kemlu Pastikan 481 WNI di Meksiko Aman Meski Situasi Mencekam
Meksiko Kerahkan Ribuan Tentara Usai Kekacauan Meluas Pasca Kematian El Mencho
Pemprov DKI Bakal Telusuri Izin dan Batasi Lapangan Padel di Perumahan