Yang unik, keramaian di Jalan Kramat tidak lantas mereda setelah azan Maghrib berkumandang. Kawasan ini mengalami puncak keramaian kedua ketika waktu sahur tiba, membuktikan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu.
Suasana Takjil Simpel di Masjid Sunda Kelapa
Sementara itu, di lokasi lain, Masjid Sunda Kelapa di Menteng menawarkan suasana berburu takjil yang lebih sederhana dan akrab. Jelang berbuka, area sekitar masjid dipadati warga yang berbelanja menu takjil, dengan dominasi pedagang gorengan.
Berbeda dengan keramaian padat di Jalan Kramat, suasana di sini terlihat lebih santai. Berdasarkan pantauan di lokasi, aneka gorengan seperti bakwan, tahu isi, risol, dan pisang goreng menjadi rebutan utama. Gorengan yang baru saja diangkat dari penggorengan seringkali langsung habis disambar pembeli.
Beberapa pengunjung datang tidak hanya untuk berburu takjil, tetapi juga untuk berkumpul dengan keluarga. Seperti Lia (33), seorang warga Pluit yang sengaja datang untuk menemani suaminya yang bekerja dan berbuka bersama di masjid yang penuh nilai sejarah tersebut.
Lia mengungkapkan kebiasaan keluarganya dalam memilih takjil. "Kalau takjil biasanya kita makanannya kalau buka tuh nggak pernah yang langsung makanan berat ya. Biasanya asin-asin kayak gorengan gitu-gitu sih yang simpel-simpel aja gitu," ujarnya.
Dua lokasi ini, dengan karakternya masing-masing, menggambarkan betapa tradisi berburu takjil di Jakarta telah mendarah daging. Dari hidangan berat penuh rempah khas Minang hingga gorengan sederhana yang renyah, semuanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa.
Artikel Terkait
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Rp 2 Juta di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring
Garuda Indonesia Sesuaikan Harga Tiket Imbas Aturan Bahan Bakar dan Stimulus Pajak
Pemerintah Klaim Ekonomi Solid, Pertumbuhan Kuartal IV-2025 Capai 5,39%