"Sebuah toko yang kebakaran di daerah Kabupaten Tangerang, disemprot sama pemadam kebakaran, lupa kalau di belakang ada sungai," katanya.
Akibatnya, cairan kimia dari lokasi kebakaran itu terbawa air pemadaman. Lalu mengalir deras, masuk ke aliran Cisadane.
Dampaknya sungguh mengerikan. Ribuan ikan mati dalam sekejap. Bahkan, Rano menyebut angka yang fantastis: lebih dari 5.000 ekor ikan sapu-sapu yang menjadi korban. Ikan jenis ini dikenal sangat bandel dan tahan hidup di air berkualitas buruk sekalipun.
"Kita bisa bayangin, ikan sapu-sapu saja mati, bagaimana sama kita kalau kita nggak tahan," ujar dia dengan nada prihatin.
Fenomena matinya ikan-ikan sapu-sapu itu menjadi alarm keras. Sebuah pertanda betapa beracunnya kontaminan yang telah mencemari sungai. Penutupan aliran, oleh karena itu, bukan hanya soal teknis. Ini upaya melindungi warga Jakarta dari risiko paparan zat kimia yang bisa mengancam kesehatan. Upaya darurat untuk mencegah malapetaka yang lebih luas.
Artikel Terkait
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun
Pemerintah Tegaskan Haji Furoda 2026 Tak Akan Diselenggarakan
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026