Di tengah persoalan lahan yang makin sempit di kota-kota besar, BTN justru melihat peluang. Bank pelat merah itu baru saja meresmikan kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia untuk menggarap hunian yang terintegrasi dengan stasiun, atau yang dikenal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Ini yang men-trigger MoU dengan PT KAI,” ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam sebuah pertemuan dengan media di Bandung, Kamis lalu.
Nixon menjelaskan, kerja sama ini adalah langkah nyata pemerintah mencari solusi hunian. Sebagai tahap awal, mereka menargetkan pembangunan setidaknya lima menara apartemen atau rumah susun di lokasi-lokasi strategis.
“Nanti kita coba minimal 5 tower dulu,” katanya.
Fokus proyek perdana ini akan berada di sejumlah stasiun besar Jakarta. Titik-titik seperti Stasiun Senen, Manggarai, dan Tanah Abang jadi prioritas. Tapi rencananya tak berhenti di ibu kota. BTN dan KAI juga berencana mengembangkan model serupa ke kota-kota besar lain di Pulau Jawa.
Menurut Nixon, hunian vertikal sudah menjadi sebuah keharusan. Terutama di Jakarta, di mana jumlah penduduk terus bertambah sementara luas lahan tetap. “Kalau kita maksa rumah tapak terus, lahan produktif dan sawah habis,” tegasnya. Selain soal lahan, pembangunan ke atas juga dinilai bisa melindungi area resapan air dari alih fungsi.
Artikel Terkait
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun
Pemerintah Tegaskan Haji Furoda 2026 Tak Akan Diselenggarakan