"Kira-kira seminggu yang lalu jam 2 pagi saya perintahkan PDAM untuk menutup sungai dari daerah Cisadane, karena apa? Sungai Cisadane terkontaminasi kimia," kata Rano di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).
Dampak kontaminasi itu sudah terlihat nyata dan cukup mengkhawatirkan. Rano menyebutkan, ribuan ikan sapu-sapu mati mendadak di lokasi kejadian. Ikan yang dikenal kuat dan tahan banting itu pun tak sanggup bertahan.
"Akibatnya apa? Mungkin lebih dari 5.000 ikan sapu-sapu meninggal. Kita bisa bayangin, ikan sapu-sapu saja mati, bagaimana sama kita kalau kita enggak tahan," ujarnya.
Melihat situasi itu, langkah penutupan aliran dinilai satu-satunya opsi. Keputusan ini diambil demi melindungi warga Jakarta dari potensi dampak kesehatan yang lebih serius. Rano berharap, dengan tindakan cepat ini, kerusakan lingkungan bisa dibatasi dan tidak merembet ke mana-mana.
Artikel Terkait
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN