“Jadi sebelum kalian bicara, kalian harus cek. Sebelum kalian terus-terusan bicara pemain baru, pemain baru, pemain baru. Kalian harusnya cek dulu," imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.
Prinsip Seleksi Berdasarkan Performa
Souza lebih lanjut memaparkan filosofinya dalam memilih tim. Ia menegaskan komitmennya pada prinsip meritokrasi, di mana tempat di lapangan harus diraih, bukan diberikan berdasarkan nama atau status sebagai pendatang baru. Ia menyebut nama Dony Tri Pamungkas sebagai contoh pemain yang konsisten sehingga pantas dipertahankan.
"Pattynama adalah pemain hebat. Dony juga. Dan tidak ada alasan kenapa saya harus mencadangkan Dony demi memuaskan keinginan kalian melihat pemain baru di lapangan. Dony mungkin adalah salah satu pemain paling reguler (konsisten) di tim saya," jelas Souza.
Keyakinan Penuh pada Kedalaman Skuad
Di akhir penjelasannya, pelatih yang dikenal disiplin itu kembali menegaskan kepercayaannya pada keseluruhan skuad. Ia menutup pernyataan dengan pesan agar semua pihak, termasuk suporter, menghormati proses dan keputusan teknis yang diambilnya.
"Saya ingin bilang sekali lagi pada kalian saya sangat percaya pada grup saya. Dan tidak ada yang akan bermain karena nama besar. Mereka akan bermain karena performa," tegasnya.
"Jadi sebelum melakukan apa yang kalian lakukan hari-hari ini (mengkritik/menuntut), cobalah hormati juga pemain yang sudah ada di sini. Dan saat saya rasa mereka (pemain baru) harus main, mereka akan main," pungkas Souza menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini