Memang, sejumlah negara lain sudah lebih dulu mengangkat tangan. Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, hingga Kuwait disebut Sugiono telah menyatakan komitmennya. Totalnya mencapai sekitar USD7 miliar. Ini menunjukkan besarnya minyat global terhadap badan perdamaian baru ini.
Di sisi lain, Sugiono juga menekankan bahwa kontribusi finansial bukanlah satu-satunya jalan. Keanggotaan di BoP tidak melulu diukur dari uang. Ada bentuk partisipasi lain yang sama bernilainya.
“Prinsipnya, kontribusi itu bisa macam-macam. Ada yang berupa uang, ada juga yang mengirimkan pasukan perdamaian. Bahkan, ada pula yang kontribusinya perorangan, ditransfer langsung ke rekening di World Bank,” tambahnya.
Intinya, jalan untuk ikut berperan dalam misi perdamaian dunia ini terbuka lebar. Tidak hanya bagi negara dengan kocek tebal, tapi juga bagi yang ingin berkontribusi dengan cara lain.
Artikel Terkait
Menkeu Targetkan Skema Cukai Rokok Lokal Beroperasi Paling Lambat Mei 2026
Bupati Tulungagung Tiba di KPK Usai OTT, Langsung Jalani Pemeriksaan
Purbaya: Pemindahan Rp300 Triliun SAL ke Himbara untuk Paksa Tangan Tak Terlihat Pasar
Astronaut Artemis 2 Kembali ke Bumi Usai Kelilingi Bulan