Inflasi Jepang Turun ke Level Terendah Dua Tahun, BOJ Diprediksi Tahan Suku Bunga

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:00 WIB
Inflasi Jepang Turun ke Level Terendah Dua Tahun, BOJ Diprediksi Tahan Suku Bunga

MURIANETWORK.COM - Inflasi Jepang menunjukkan perlambatan yang signifikan pada Januari 2026, memberikan angin segar bagi perekonomian dan rumah tangga di negara tersebut. Data terbaru mengungkapkan bahwa tekanan harga, yang sempat menjadi beban berat, mulai mereda berkat intervensi kebijakan pemerintah, terutama di sektor energi.

Inflasi Inti Capai Level Terendah Dua Tahun

Indikator kunci yang diamati para ekonom, inflasi inti (tidak termasuk harga makanan segar), tercatat sebesar 2,0 persen pada basis tahunan di bulan Januari. Angka ini tidak hanya turun dari posisi 2,4 persen di Desember 2025, tetapi juga menjadi level terendah yang tercatat dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, inflasi utama yang tidak disesuaikan juga mengalami penurunan tajam, dari 2,1 persen menjadi 1,5 persen.

Perlambatan ini didorong oleh penurunan harga komoditas energi yang cukup curam. Harga bensin, misalnya, tercatat anjlok 14,6 persen. Langkah pemerintah memberikan subsidi energi dinilai sebagai faktor utama di balik tren penurunan ini, yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Proyeksi dan Implikasi Kebijakan Bank Sentral

Analis pasar memproyeksikan tren penurunan inflasi ini akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan berlanjutnya program subsidi pemerintah. Pandangan ini turut mempengaruhi ekspektasi terhadap langkah kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam mengatur suku bunga acuan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar