Angka-angka yang baru dirilis dari Biro Analisis Ekonomi AS cukup mencengangkan. Pada 2025 lalu, defisit perdagangan barang Negeri Paman Sam membengkak hingga menyentuh USD 1,24 triliun. Kalau dirupiahkan, nilainya fantastis: sekitar Rp 21 ribu triliun.
Ini bukan sekadar kenaikan biasa. Dibandingkan catatan tahun sebelumnya, defisit itu naik 2,1 persen dan sekaligus memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, seperti dilaporkan Xinhua, Jumat (20/2/2026).
Lantas, dari mana angka sebesar itu berasal? Rinciannya begini: ekspor barang AS tahun lalu tercatat USD 2,19 triliun. Masih terbilang besar, bukan? Tapi masalahnya, nafsu impor negara adidaya ini jauh lebih menggila. Impor barangnya mencapai USD 3,43 triliun pada periode yang sama. Jaraknya sangat lebar.
Namun begitu, ada secercah kabar baik di sektor lain. Amerika Serikat berhasil mencatatkan surplus perdagangan jasa sebesar USD 339,47 miliar. Angka ini naik signifikan, sekitar USD 27,6 miliar atau 8,85 persen dari tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya