BI Salurkan Insentif Likuiditas Rp427,5 Triliun, Transmisi Suku Bunga ke Kredit Masih Terbatas

- Kamis, 19 Februari 2026 | 20:20 WIB
BI Salurkan Insentif Likuiditas Rp427,5 Triliun, Transmisi Suku Bunga ke Kredit Masih Terbatas

MURIANETWORK.COM - Bank Indonesia (BI) mencatatkan penyaluran insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang signifikan, mencapai Rp427,5 triliun, pada pekan pertama Februari 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi, dengan mayoritas dana dialokasikan melalui lending channel. Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan rincian penyaluran ini dalam konferensi pers, Kamis (19 Februari 2026), sembari menekankan perlunya transmisi suku bunga yang lebih kuat ke sektor riil.

Alokasi Dana KLM ke Kelompok dan Sektor Prioritas

Dari total insentif yang dikucurkan, Rp357,9 triliun disalurkan melalui lending channel, sementara Rp69,6 triliun dialirkan melalui interest rate channel. Penyaluran dana tersebut tersebar di berbagai kelompok perbankan. Bank BUMN menjadi penerima terbesar dengan alokasi Rp207,1 triliun, diikuti oleh Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp184,8 triliun. Bank Pembangunan Daerah (BPD) menerima Rp28,5 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) memperoleh Rp7,1 triliun.

Fokus penyaluran diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang dianggap krusial bagi perekonomian. Perry Warjiyo merinci bahwa KLM telah mengalir ke berbagai bidang prioritas.

"Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan," jelasnya.

Transmisi Suku Bunga: Capaian dan Tantangan

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar