Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 06:50 WIB
Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 2026

Pemantauan Lapangan di 96 Titik

Untuk menjawab ketidakpastian teoritis tersebut, Kemenag mengerahkan timnya untuk melakukan rukyatul hilal secara fisik. Pengamatan dilakukan secara serentak di 96 lokasi yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, melibatkan jaringan Kantor Wilayah Kemenag, Pengadilan Agama, serta mitra dari ormas Islam. Hasil dari seluruh titik pengamatan ini, yang mencakup laporan "terlihat" atau "tidak terlihat", akan menjadi bahan diskusi utama dalam sidang isbat.

Abu Rokhmad menjelaskan metodologi yang diterapkan pemerintah. “Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” jelasnya.

Pengumuman Resmi Menjadi Pedoman Umat

Setelah melalui proses pembahasan yang mendalam, keputusan akhir mengenai hari pertama Ramadan 1447 H akan ditetapkan dalam sidang isbat. Pemerintah berkomitmen untuk mengumumkan hasil ini secara terbuka kepada seluruh masyarakat, menjadikannya sebagai pedoman bersama untuk memulai ibadah puasa.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” pungkas Abu Rokhmad. Pengumuman resmi tersebut rencananya akan disampaikan melalui konferensi pers usai sidang berlangsung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar