Pasar modal syariah punya potensi yang belum sepenuhnya tergali. Nah, di tengah kondisi itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) justru makin getol mengembangkan bisnis kustodiannya. Mereka ingin mengoptimalkan ekosistem syariah yang masih luas itu. Dan upaya itu rupanya membuahkan hasil yang cukup nyata.
Per Desember 2025, aset yang dikelola atau asset under custody (AUC) oleh BSI telah menembus angka fantastis: lebih dari Rp128 triliun. Angka itu tumbuh hampir 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Yang juga menarik, jumlah nasabah ritelnya melonjak drastis. Lebih dari 64 ribu rekening kustodian telah dibuka, menunjukkan pertumbuhan yang mencapai 73 persen secara tahunan.
Kinerja positif ini tak luput dari perhatian dunia internasional. Beberapa waktu lalu di Singapura, dalam ajang 19th Annual Transaction Banking Awards 2025 yang digelar Alpha Southeast Asia, BSI kembali menyabet penghargaan The Best Islamic Custodian Bank. Ini sudah kali ketiga berturut-turut mereka meraih apresiasi bergengsi tersebut. Penghargaan ini bukan sekadar piala, tapi bukti kepercayaan terhadap standar tata kelola dan profesionalisme layanan BSI.
Posisinya sebagai pemimpin pasar kustodian syariah di dalam negeri semakin kokoh. Pengakuan dari luar ini juga mencerminkan kredibilitas dan kepercayaan yang diberikan oleh para pelaku pasar modal syariah.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menegaskan posisi strategis banknya.
"Bank Kustodian BSI merupakan Bank Kustodian Syariah terbesar di Indonesia, sebuah posisi strategis yang memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional. Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan. BSI adalah bank syariah pertama yang terdaftar sebagai bank kustodian," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (16/02/2026).
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura