Karena balai-balai tersebut terbuat dari kayu jati, maka berkatalah Citrowongso: 'Hai, dengarlah semua penduduk di dusun Para ini, dan anak cucuku nanti dengarlah baik-baik kata-kata ini!”
”Penduduk dusun Para dan turun temurun, semuanya kularang menggunakan perkakas rumah tangga dan rumah-rumah dari kayu Jati. Barangsiapa melanggarnya, mereka akan menerima malapetaka yang luar biasa.”
Sumpah itu disaksikan oleh orang banyak penduduk dusun para dan dusun-dusun sekitarnya.
Sampai sekarang penduduk dusun Para masih mematuhi pesan Citrowongso tersebut, bahwa mereka tidak mau menggunakan kayu jati untuk peralatan rumah tangga dan untuk bangunan rumah tempat tinggal mereka.
Demikianlah cerita tentang kayu jati di dusun Para. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
OJK dan ADB Pacu Obligasi Hijau ASEAN+3 di Yogyakarta
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati