Karena balai-balai tersebut terbuat dari kayu jati, maka berkatalah Citrowongso: 'Hai, dengarlah semua penduduk di dusun Para ini, dan anak cucuku nanti dengarlah baik-baik kata-kata ini!”
”Penduduk dusun Para dan turun temurun, semuanya kularang menggunakan perkakas rumah tangga dan rumah-rumah dari kayu Jati. Barangsiapa melanggarnya, mereka akan menerima malapetaka yang luar biasa.”
Sumpah itu disaksikan oleh orang banyak penduduk dusun para dan dusun-dusun sekitarnya.
Sampai sekarang penduduk dusun Para masih mematuhi pesan Citrowongso tersebut, bahwa mereka tidak mau menggunakan kayu jati untuk peralatan rumah tangga dan untuk bangunan rumah tempat tinggal mereka.
Demikianlah cerita tentang kayu jati di dusun Para. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026
Indonesia Kembali Dipercaya FIFA Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Reformasi Aparat Jadi Prioritas
Monas Ramai Dikunjungi 13.500 Orang di Hari Kedua Lebaran