Data dari Kementerian Kesehatan mengungkap kondisi yang memprihatinkan. Ratusan ribu peserta yang dinonaktifkan itu adalah pengidap penyakit kronis berat yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Komposisinya didominasi oleh pasien penyakit jantung, yang mencapai 63.119 orang.
Disusul kemudian oleh pasien stroke sebanyak 26.224 orang, kanker 16.804 orang, dan gagal ginjal 12.262 orang. Selain itu, terdapat pula pasien dengan kondisi seperti sirosis hati, thalasemia, dan hemofilia. Secara total, angka ini mencapai 120.472 orang yang kini terancam akses kesehatannya.
Pertimbangan Anggaran dan Dampaknya
Dari sisi pembiayaan, Menkes menekankan bahwa biaya untuk reaktivasi ini relatif kecil jika dibandingkan dengan konsekuensi kesehatan dan sosial jika pasien-pasien ini tidak tertangani. Dengan iuran PBI sekitar Rp42.000 per orang per bulan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp5 miliar per bulan.
“Kalau untuk tiga bulan, kira-kira Rp15 miliar. Kami harap ini bisa dikeluarkan agar peserta PBI yang sakit kronis tersebut langsung aktif kembali,” tegas Budi.
Harapannya, Kementerian Sosial dapat segera merespons usulan ini. Kecepatan tindakan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan dan sangat bergantung pada sistem jaminan sosial kesehatan nasional.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi