MURIANETWORK.COM - Menjelang bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan bahwa strategi pengendalian pangan tidak boleh hanya berfokus pada ketersediaan stok dan harga. Jaminan mutu serta keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat menjadi pilar krusial yang tak bisa diabaikan. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, dalam upaya pemerintah memastikan ketersediaan pangan yang aman, terjangkau, dan bermutu selama periode permintaan tinggi tersebut.
Satgas Saber Pangan Diperluas Cakupannya
Sebagai langkah konkret, Bapanas telah mengaktifkan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan. Satgas ini merupakan pengembangan dari satgas sebelumnya yang dinilai efektif menjaga stabilitas harga. Perbedaan mendasar di tahun ini terletak pada perluasan cakupan pengawasan. Jika sebelumnya fokus utama adalah beras, kini pengawasan mencakup hampir seluruh komoditas pangan strategis dengan tiga aspek utama: harga, mutu, dan keamanan pangan.
Maino Dwi Hartono menjelaskan bahwa pendekatan yang komprehensif ini sangat penting untuk melindungi konsumen.
Instrumen Regulasi dan Penegakan Hukum
Dalam mengendalikan harga, pemerintah mengacu pada sejumlah instrumen regulasi yang telah ditetapkan. Instrumen tersebut meliputi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat produsen, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas tertentu, serta Harga Acuan di berbagai level rantai pasok. Pengawasan ketat terhadap aturan ini akan menjadi tugas utama Satgas di lapangan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan Masih Ramai, 2.257 Penumpang Telah Tiba
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS