ucapnya.
Di sisi lain, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap menjadi prioritas. Penyaluran untuk mereka tidak akan terganggu selama bulan suci. Menurut Dadan, mekanisme ketiga ini juga berjalan seperti biasa.
Yang agak berbeda justru penerapan di pesantren. Ini masuk dalam mekanisme keempat. Karena dapur penyedia dan para santri berada dalam satu kompleks yang sama, jadwalnya bisa lebih fleksibel. Makanan akan dimasak pada siang hari, namun baru disantap bersama ketika bedug maghrib berbunyi.
"Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka,"
tutur Dadan menjelaskan skema terakhir ini.
Dengan empat skema tersebut, BGN berharap program MBG tetap efektif dan tepat sasaran. Nutrisi untuk anak sekolah dan kelompok rentan diharapkan tak lagi terlewat, sekalipun di tengah bulan puasa.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi