Bulan Ramadan tak menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menyiapkan langkah-langkahnya. Strateginya dirancang agar bantuan makanan tetap sampai ke tangan yang membutuhkan, meski jadwal dan kebiasaan makan berubah selama puasa.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan program ini akan terus berjalan. Hanya saja, ada beberapa penyesuaian yang diterapkan. Penyesuaian itu terutama soal waktu makan dan jenis makanannya, supaya lebih pas dengan kondisi penerima.
"Untuk Ramadan, Makan Bergizi (Gratis) akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan,"
kata Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, akhir pekan lalu.
Nah, mekanisme pertama ditujukan untuk sekolah-sekolah di daerah yang mayoritas muridnya berpuasa. Di sini, makanan tetap dikirim ke sekolah seperti biasa. Bedanya, menu yang diberikan lebih tahan lama dan dikemas agar bisa dibawa pulang. Tujuannya jelas: agar anak-anak bisa menyantapnya saat waktu berbuka tiba di rumah.
Lalu bagaimana dengan daerah yang siswanya kebanyakan tidak puasa? Untuk skenario ini, Dadan menyebut pelayanan MBG berjalan normal. Tidak ada perubahan berarti.
"Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan tetap normal,"
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi