“Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan,” kata dia.
Pendekatannya memang dibuat menyeluruh. Satu wilayah dikelola dari hulu ke hilir: mulai dari pasang jaring sampah, patroli terjadwal, audit, edukasi, sampai pengolahan material yang berhasil dikumpulkan. Tujuannya jelas: agar dampaknya lebih mendalam, terukur, dan transparan.
Di sisi lain, upaya BRI dalam hal ini punya payung program yang lebih besar, yaitu 'Yok Kita Gas'. Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ini sudah digulirkan sejak 2021. Jangkauannya luas, mencakup 41 lokasi di Indonesia 5 di pasar tradisional dan 36 di lingkungan masyarakat.
Dhanny menegaskan program itu telah memberi dampak nyata.
Jadi, dari pantai Bali hingga pasar-pasar tradisional di pelosok, upaya itu terus bergulir. Mungkin tidak instan, tapi setidaknya ada aksi konkret yang dimulai dari hal sederhana: memungut sampah di tepian pantai.
Artikel Terkait
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat 167%, Cipali Terapkan Satu Arah
Kawasan Kota Tua Jakarta Ramai 25 Ribu Pengunjung Meski Sejumlah Museum Tutup Sementara