Bali, Jumat pagi itu, Pantai Kedonganan tampak berbeda. Bukan hanya oleh turis yang berjemur, tapi oleh ratusan orang berseragam dan warga lokal yang sibuk memunguti sampah. Mereka adalah relawan dari BRI dan masyarakat sekitar, yang tergabung dalam aksi bersih-bersih pantai. Ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian nyata dari komitmen bank pelat merah itu mendukung Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah.
Gerakan ASRI kependekan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah memang jadi salah satu fokus pemerintahan sekarang. Intinya sederhana: pembangunan nasional tak cuma soal angka ekonomi atau megaproyek infrastruktur. Tapi juga tentang menciptakan lingkungan hidup yang layak untuk masyarakat. Nah, di sinilah BRI mencoba ambil peran.
Lewat program CSR-nya, BRI Peduli, mereka turun langsung ke lapangan. Aksi di Kedonganan itu berhasil membersihkan area seluas 8.250 meter persegi. Hasilnya? Cukup mencengangkan. Terkumpul sampah anorganik sebanyak 931,16 kilogram. Yang menarik, aktivitas itu juga berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida hingga 2,19 ton.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kesiapan bank untuk terus terlibat dalam berbagai kerja bakti atau 'korve', termasuk aksi bersih sampah laut.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026). “Ini komitmen nyata BRI untuk menangani persoalan sampah, khususnya di Bali, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.”
Namun begitu, aksi bersih pantai ini cuma satu episode. Dhanny menambahkan, sebelumnya BRI Peduli sudah melakukan intervensi lingkungan yang lebih terintegrasi di Bali. Misalnya, dengan memasang penghalang sampah atau trash barrier di sejumlah sungai (tukad). Lalu ada patroli harian untuk pembersihan dan pemilahan, ditambah pembersihan menyeluruh setiap minggu.
“Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan,” kata dia.
Pendekatannya memang dibuat menyeluruh. Satu wilayah dikelola dari hulu ke hilir: mulai dari pasang jaring sampah, patroli terjadwal, audit, edukasi, sampai pengolahan material yang berhasil dikumpulkan. Tujuannya jelas: agar dampaknya lebih mendalam, terukur, dan transparan.
Di sisi lain, upaya BRI dalam hal ini punya payung program yang lebih besar, yaitu 'Yok Kita Gas'. Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ini sudah digulirkan sejak 2021. Jangkauannya luas, mencakup 41 lokasi di Indonesia 5 di pasar tradisional dan 36 di lingkungan masyarakat.
Dhanny menegaskan program itu telah memberi dampak nyata.
“Dampaknya dirasakan dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” jelasnya. “Ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, yang mencakup pilar sosial, ekonomi, dan lingkungan.”
Jadi, dari pantai Bali hingga pasar-pasar tradisional di pelosok, upaya itu terus bergulir. Mungkin tidak instan, tapi setidaknya ada aksi konkret yang dimulai dari hal sederhana: memungut sampah di tepian pantai.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Fokus Pemulihan Fisik Jelang Final Piala Asia Lawan Iran
Kadin Indonesia dan Mitra Kanada Perkuat Dukungan untuk UMKM Masuk Pasar Global
Menpar: Kebersihan Laut Fondasi Utama Pariwisata Indonesia, Diwujudkan dengan Aksi Bersih di Bali
MNC Finance Gelar Durian Vaganza ke-5 untuk Pererat Hubungan dengan Mitra