Tak cuma pengusaha daerah, UMKM dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun disebut akan diberi kesempatan. Langkah ini, di mata Bahlil, adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat yang hidup di sekitar wilayah tambang.
Ada prinsip besar di balik rencananya. Pembagian kue ekonomi dan politik, katanya, jangan sampai hanya terpusat di satu titik. Itu salah.
"Jadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya. Jangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadikan sebagai satu wilayah tapi kekuasaan pembagian ekonomi politiknya hanya tertumpu pada satu wilayah," papar Bahlil dengan nada tegas.
Pria asal Maluku itu menutup dengan pernyataan yang dalam. Ia menekankan betapa vitalnya peran daerah bagi keberlangsungan bangsa.
"Saya mau ceritakan kenapa harus daerah kita perhatikan? Kalau tanpa ada kebesaran jiwa dari orang daerah, enggak ada bangsa ini," tandasnya.
Artikel Terkait
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini