Iran Bantah Klaim Trump Soal Dialog, Sebut Upaya Manipulasi Pasar Minyak

- Selasa, 24 Maret 2026 | 04:30 WIB
Iran Bantah Klaim Trump Soal Dialog, Sebut Upaya Manipulasi Pasar Minyak

Iran dengan tegas membantah klaim soal adanya dialog dengan pemerintahan Donald Trump. Menurut mereka, ini cuma taktik Trump untuk main-main dengan pasar keuangan dan harga minyak dunia.

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran yang juga dikenal sebagai tokoh non-klerikal paling berpengaruh di sana. Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada sama sekali negosiasi yang sedang berjalan dengan pihak AS.

“Trump berusaha untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari rawa yang menjebak AS dan Israel,” ucap Ghalibaf.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengakui ada pesan yang masuk dari beberapa negara sahabat. Pesan itu menyebutkan permintaan AS untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang. Tapi, Baqaei kembali menegaskan: pembicaraan langsung seperti itu belum pernah terjadi.

Sementara itu, dari kubu Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan percakapannya dengan Trump. Ia mengakui bahwa AS melihat celah untuk sebuah kesepakatan.

“Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita,” kata Netanyahu.

Namun begitu, Netanyahu langsung menambahkan dengan nada tegas, “Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon.”

Mediasi dalam konflik ini memang rumit. Oman sebelumnya pernah jadi penengah untuk pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran, jauh sebelum perang meletus. Kini, sejumlah nama lain seperti Mesir, Qatar, dan Pakistan disebut-sebut sebagai calon perantara alternatif. Situasinya masih berubah, dan semua pihak terlihat enggan mengulurkan tangan pertama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar