Suasana malam di jalanan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berubah menjadi mencekam bagi seorang petani berusia 57 tahun, Nurdin. Ia tewas setelah diserang ular piton raksasa saat sedang mengendarai motornya. Korban yang saat itu berboncengan dengan istrinya, terjatuh sebelum akhirnya dililit sang ular hingga meregang nyawa.
Menurut Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, peristiwa tragis ini terjadi saat Nurdin dan istrinya pulang dari kebun merica.
"Korban pulang dari kebun merica miliknya dan berboncengan dengan istrinya," ujarnya.
Ia melanjutkan, di tengah perjalanan, mereka melalui jalur yang rimbun dan dipenuhi semak belukar. Di sanalah malapetaka itu datang.
Tanpa diduga, seekor piton yang bersembunyi tiba-tiba menyerang. Ular itu menggigit kaki Nurdin, menyebabkan keseimbangannya hilang dan keduanya terpelanting dari motor.
"Korban terjatuh dari sepeda motor bersama istrinya lalu korban tertindih oleh kendaraannya sendiri," jelas Taufik.
Keadaan pun semakin buruk. Bukannya pergi, ular itu justru melilit kuat bagian perut Nurdin.
Melihat suaminya terbelit, sang istri berusaha mencari pertolongan. Dia lari menghampiri warga sekitar untuk minta bantuan. Sayangnya, usaha itu sudah terlambat. Nyawa Nurdin tak tertolong lagi.
Warga yang datang kemudian terpaksa menebas ular piton tersebut agar lilitannya pada jasad korban bisa dilepaskan. Sebuah akhir yang sungguh memilukan bagi seorang petani yang hanya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Artikel Terkait
Puan Maharani Desak Perbaikan Sistem Keselamatan Perkeretaapian Usai Tabrakan Beruntun di Bekasi
Dua Tersangka Baru di Kasus Korupsi Desa Muba, Termasuk Staf Ahli Bupati dan Advokat
Bayi Diduga Dianiaya Pengasuh di Daycare Banda Aceh, Polisi Amankan Pelaku
Human Initiative Luncurkan Flash Sale Qurban Rp1,7 Juta per Bagian Sapi, Fokus ke Indonesia Timur dan Afrika