Purwakarta dan Tulungagung Porak-Poranda Dihantam Cuaca Ekstrem di Awal 2026

- Minggu, 04 Januari 2026 | 15:50 WIB
Purwakarta dan Tulungagung Porak-Poranda Dihantam Cuaca Ekstrem di Awal 2026

Cuaca ekstrem masih terus menguji sejumlah wilayah di Indonesia di awal tahun 2026 ini. Baru dua hari berjalan, dua kejadian baru yang cukup signifikan telah tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memantau rentang waktu 24 jam dari pagi 1 Januari hingga pagi 2 Januari. Dari pemantauan itu, dua lokasi menjadi sorotan karena dampaknya langsung ke permukiman warga.

Di Purwakarta, Jawa Barat, cuaca ekstrem yang melanda sejak Rabu, 31 Desember lalu, ternyata meninggalkan bekas yang serius. Abdul Muhari, sang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi hal ini.

“Peristiwa ini berdampak pada 19 kepala keluarga atau 61 jiwa,” jelas Aam, sapaan akrabnya, pada Minggu (4/1).

Kerusakannya cukup nyata. Dua rumah hancur berat, sementara 15 lainnya mengalami kerusakan ringan. Wilayah ini sendiri sudah berstatus siaga darurat provinsi sejak September 2025. Kabar baiknya, reruntuhan bangunan yang ambruk disebutkan sudah mulai dibersihkan oleh tim gabungan dan warga.

Sementara itu, di seberang Pulau Jawa, tepatnya di Tulungagung, Jawa Timur, angin kencang yang datang pada Kamis (1/1) juga membuat warga waswas. Kecepatan angin yang tinggi itu merusak 22 unit rumah, meski tingkat kerusakannya masih tergolong ringan. Sekitar 22 kepala keluarga merasakan dampaknya.

Menariknya, nasib serupa juga menimpa Tulungagung. Kabupaten ini pun sudah ditetapkan dalam status siaga darurat oleh pemerintah provinsi Jatim. Menurut laporan, kondisi di lapangan kini sudah berangsur kondusif pasca pembersihan material sisa bencana.

Di balik semua ini, Aam menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan BNPB dengan pemda dan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan langkah mitigasi diperkuat untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta BPBD setempat,” pesannya.

Imbauan itu terdengar sederhana, tapi di tengah ketidakpastian cuaca akhir-akhir ini, kewaspadaan kolektif memang jadi kunci utama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar