Cuaca ekstrem masih terus menguji sejumlah wilayah di Indonesia di awal tahun 2026 ini. Baru dua hari berjalan, dua kejadian baru yang cukup signifikan telah tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memantau rentang waktu 24 jam dari pagi 1 Januari hingga pagi 2 Januari. Dari pemantauan itu, dua lokasi menjadi sorotan karena dampaknya langsung ke permukiman warga.
Di Purwakarta, Jawa Barat, cuaca ekstrem yang melanda sejak Rabu, 31 Desember lalu, ternyata meninggalkan bekas yang serius. Abdul Muhari, sang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi hal ini.
Kerusakannya cukup nyata. Dua rumah hancur berat, sementara 15 lainnya mengalami kerusakan ringan. Wilayah ini sendiri sudah berstatus siaga darurat provinsi sejak September 2025. Kabar baiknya, reruntuhan bangunan yang ambruk disebutkan sudah mulai dibersihkan oleh tim gabungan dan warga.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji
Cak Imin Anggap Candaan Prabowo Soal PKB Tak Perlu Dibesar-besarkan