Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini bergerak cepat menanggapi laporan yang cukup meresahkan. Isunya, fitur kecerdasan buatan Grok AI di platform X diduga disalahgunakan untuk bikin dan sebarkan konten porno. Yang bikin runyam, foto-foto pribadi warga dijadikan bahan mainan dimanipulasi tanpa izin sama sekali.
Menurut sejumlah saksi, praktik ini sudah beredar cukup luas di beberapa forum tertutup. Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, mengaku telah melakukan penelusuran. Hasilnya? Ternyata, Grok AI belum punya pengaturan yang cukup ketat untuk mencegah pembuatan konten asusila, apalagi yang pakai foto-foto asli orang Indonesia.
"Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,"
ujar Alexander dalam pernyataan resminya, Rabu (7/1).
Bagi pemerintah, urusannya nggak cuma soal melanggar norma kesusilaan. Ada dimensi lain yang lebih dalam. Manipulasi digital semacam ini pada dasarnya merampas kendali seseorang atas wajah dan tubuhnya sendiri. Dampaknya bisa panjang: trauma psikologis, masalah di kehidupan sosial, sampai reputasi yang hancur berantakan.
Artikel Terkait
Jejak Purba di Batu: Kisah di Balik Fosil yang Membisu
Lenovo Pasang Kuda-Kuda di Indonesia, Dukung Kedaulatan Data dan AI Lokal
Danau Eyre Terbelah Dua, Warna Airnya Bak Dua Dunia Berbeda
ROG Gempur CES 2026: Laptop Dua Layar hingga Kolaborasi Eksklusif dengan Kojima