Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku geleng-geleng kepala melihat realitas operasi pertambangan di Indonesia. Yang membuatnya heran, mayoritas izin usaha pertambangan (IUP) justru dikantongi perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, padahal lokasi galinya bisa di ujung negeri.
"Tambang ini hampir semua izinnya, IUP-nya, itu milik kantor Jakarta," ujar Bahlil, dengan nada bertanya.
Ia lalu menyebut sejumlah wilayah: "Tambang di Maluku, tambang di Sulawesi, di Papua, di Kalimantan, di Sumatera. Saya pikir-pikir kenapa izinnya kantornya semua ada di Jakarta ini?"
Pernyataannya itu disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam acara Pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat lalu.
Bahlil tampaknya tak habis pikir. Menurutnya, negara ini bukan cuma milik para pengusaha dari Ibu Kota. Karena itu, dia berjanji bakal merapikan kondisi yang dianggapnya janggal ini. Caranya melalui kanalisasi, alias mengembalikan IUP tambang kepada pelaku usaha di daerah.
"Maka perlahan-lahan kita kanalisasi, izin kita kembalikan kepada teman-teman daerah," tegasnya.
Tak cuma pengusaha daerah, UMKM dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun disebut akan diberi kesempatan. Langkah ini, di mata Bahlil, adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat yang hidup di sekitar wilayah tambang.
Ada prinsip besar di balik rencananya. Pembagian kue ekonomi dan politik, katanya, jangan sampai hanya terpusat di satu titik. Itu salah.
"Jadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya. Jangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadikan sebagai satu wilayah tapi kekuasaan pembagian ekonomi politiknya hanya tertumpu pada satu wilayah," papar Bahlil dengan nada tegas.
Pria asal Maluku itu menutup dengan pernyataan yang dalam. Ia menekankan betapa vitalnya peran daerah bagi keberlangsungan bangsa.
"Saya mau ceritakan kenapa harus daerah kita perhatikan? Kalau tanpa ada kebesaran jiwa dari orang daerah, enggak ada bangsa ini," tandasnya.
Artikel Terkait
MNC Finance Gelar Durian Vaganza ke-5 untuk Pererat Hubungan dengan Mitra
Lebih dari 430 Ribu Agen BRILink Mekaar Bawa Layanan Keuangan ke Akar Rumput
Menteri Keuangan Perkenalkan Mantan Deputi Gubernur BI sebagai Wakil Menteri Baru untuk Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter
Menkeu Purbaya Geram, Peringatkan Pejabat Pajak dan Bea Cukai Usai OTT KPK