JAKARTA Lewat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Istana akhirnya angkat bicara. Kasusnya soal hakim di Depok yang terjaring operasi tangkap tangan KPK. Prasetyo tak menyembunyikan rasa prihatinnya.
Padahal, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menaikkan gaji hakim. Tujuannya jelas: agar kesejahteraan mereka terpenuhi dan iming-iming korupsi bisa ditepis. Prasetyo mengakui, langkah itu bukan jaminan mutlak. "Ya kan tidak kemudian secara otomatis sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita," ujarnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat lalu.
"Tapi, bahwa sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hakim, kan kita berharap itu dengan diberikan kesejahteraan, kita berharap tidak akan tergoda untuk melakukan hal-hal yang kurang baik," tambah Prasetyo.
Namun begitu, fakta di lapangan berbicara lain. Sehari sebelumnya, tepatnya Kamis, KPK kembali menggerakkan operasi senyapnya di Depok, Jawa Barat. Operasi tangkap tangan itu lagi.
Artikel Terkait
Di Balik Ketegangan, Negosiasi Rahasia AS-Iran Terungkap dan Berlanjut
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027
PNM Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi di 28 Titik untuk Dongkrak Ekonomi Warga
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Jakarta-Cikampek, Sistem Satu Arah Dimulai Siang Ini