DELI SERDANG - Awalnya, Nanda (28) hanya ingin lepas dari beban. Cicilan motor Yamaha Fazzio miliknya yang baru dua bulan terasa mencekik. Tapi langkah yang ditempuhnya justru membawa petaka. Alih-alih dapat simpati, ibu rumah tangga ini malah terancam mendekam di balik jeruji besi.
Semua berawal dari laporan heboh di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, awal Februari lalu. Nanda melapor ke polisi, mengaku menjadi korban begal. Motornya, dengan plat BK 3525 AND warna abu-abu, katanya direbut paksa di Jalan Tambak Bayan, Desa Saentis.
Namun begitu polisi turun tangan, cerita itu mulai terasa janggal. Investigasi di lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi tak menemukan bukti yang mendukung. Semuanya terlalu mulus, terlalu terencana.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, akhirnya angkat bicara.
“Setelah kami dalami, yang bersangkutan mengakui laporannya tidak benar. Cerita begal itu sengaja direkayasa,” tegasnya, Sabtu (7/2/2026).
Ternyata, motor yang katanya dirampas itu tak pernah hilang. Kendaraan itu dibawa suaminya ke Aceh. Motifnya sederhana sekaligus rumit: masalah ekonomi. Nanda tak sanggup lagi menanggung angsuran. Daripada menyerah, dia memilih cara berisiko tinggi.
Artikel Terkait
FKUB Tana Toraja Serukan Penolakan Tegas terhadap Judi dan Narkoba
Korlantas Cabut Sistem One Way di Ruas Tol Kalikangkung-Brebes
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar 2026 Dibuka, Fokus pada Kolaborasi Nyata
Bupati Karawang Salurkan Santunan Rp50 Juta ke Korban Kecelakaan Maut Majalengka