JAKARTA Di tengah guyuran hujan yang kerap mengguyur Ibu Kota, kondisi jalan menjadi perhatian serius. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendorong Dinas Bina Marga untuk bergerak cepat menangani jalan-jalan yang rusak. Dorongan ini bukan tanpa perintah, melainkan sesuai dengan instruksi langsung Gubernur Pramono Anung.
Rano mengaku, pihaknya tak perlu menunggu perintah khusus. “Alhamdulillah, Dinas Bina Marga sudah dan akan terus bergerak tanpa perlu menunggu instruksi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
“Pak Gubernur sudah menegaskan, kalau ada jalan rusak tidak perlu disuruh, langsung diperbaiki,” tambahnya.
Namun begitu, ia mengakui bahwa perbaikan di musim hujan ini sifatnya masih darurat. Mantan Gubernur Banten itu menjelaskan, penanganan permanen baru bisa dilakukan ketika intensitas hujan mulai mereda. Saat ini, yang utama adalah menutup lubang secepat mungkin untuk mencegah kecelakaan.
“Mudah-mudahan walaupun ini bersifat sementara, nanti setelah musim hujan selesai akan kita lapisi kembali sehingga jauh lebih kuat,” kata Rano.
Ia juga tak lupa meminta maaf kepada warga. “Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf karena pekerjaan dilakukan bertahap atau dicicil. Semoga tidak terjadi kerusakan kembali.”
Strateginya jelas: tangani darurat dulu, lalu perbaiki secara menyeluruh nanti. Untuk kondisi darurat, digunakan material aspal instan atau cold mix yang bisa langsung diaplikasikan di lokasi berlubang. Cara ini dianggap paling efektif untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan pengendara dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga tak hanya fokus pada perbaikan darurat. Ada upaya pemeliharaan berkala untuk jalan-jalan yang kondisinya masih baik. Ini adalah langkah pencegahan agar kerusakan tidak meluas.
Lantas, seberapa gencar aksi perbaikan ini? Menurut data Dinas Bina Marga, sejak awal Januari hingga 26 Januari 2026, sudah ada 6.381 titik jalan yang ditangani. Kemudian, dalam periode 27 Januari hingga 2 Februari, tambahan 2.147 titik lagi diperbaiki.
Angkanya cukup signifikan. Total, sudah 8.528 titik jalan di seluruh Jakarta yang mendapat perhatian. Dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah. Pasukan kuning Bina Marga masih terus bergerak, menelusuri sudut-sudut kota untuk mencari lubang yang perlu ditambal.
Jadi, meski hujan masih turun, perbaikan jalan tetap berjalan. Memang belum sempurna, tapi setidaknya upaya darurat terus dilakukan. Tinggal menunggu cuaca cerah untuk penanganan yang lebih permanen.
Artikel Terkait
Aset Asuransi Nasional Tembus Rp1.195 Triliun per Maret 2026, Tumbuh 4,38 Persen
Transaksi Digital Syariah BSN Tembus Rp2,84 Triliun, Bank Kucurkan Pembiayaan Properti Rp56,5 Triliun
Penolakan Warga Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung, Mensos: Lahan Sudah Clear and Clean
Indonesia Diproyeksikan Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Keempat Dunia pada 2030, Tantangan MRO Masih Membayangi