Pasar mobil di Indonesia lagi ramai dibicarakan. Kalau diamati, ada satu segmen yang pertumbuhannya benar-benar melesat: mobil listrik murni atau BEV. Sepanjang 2025 ini, angkanya memang luar biasa.
Data dari Gaikindo menunjukkan, penjualan grosir BEV sepanjang tahun lalu tembus 104 ribu unit. Itu bukan angka main-main.
Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, ada alasan kuat kenapa mobil listrik mulai dilirik banyak orang sekarang. Padahal, dua atau tiga tahun silam, minat masyarakat masih terhalang banyak kendala.
“Minat untuk beralih ke BEV sebenarnya sudah besar banget. Cuma, kendala awalnya ya harga. Dulu masih terasa mahal,” kata Bebin.
Namun begitu, situasinya mulai berubah. Sekarang pilihan produknya lebih beragam dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Di sisi lain, ekosistem pendukungnya, seperti stasiun pengisian daya umum, juga makin banyak dibangun.
“Mobil-mobil listrik yang masuk tahun ini desain dan fiturnya bagus. Belum lagi, biaya operasionalnya jauh lebih rendah ketimbang mobil mesin bakar biasa,” imbuhnya.
Ambil contoh BYD Atto 1. Dari pengalaman pengguna, biaya operasional hariannya bisa ditekan drastis, sampai 50-70 persen lebih hemat dibanding kendaraan konvensional.
Bayangkan saja. Untuk pemakaian harian sekitar 40 kilometer, mobil bensin biasa bisa menghabiskan hingga Rp 12,2 juta per tahun. Itu sudah termasuk bensin, pajak yang lebih tinggi, plus perawatan rutin.
Sebaliknya, BYD Atto 1 menawarkan penghematan yang signifikan. Konsumsi energinya efisien, dan pajak kendaraan listrik di Indonesia memang dibuat sangat ringan.
Kalau isi dayanya di SPKLU, biaya operasional tahunannya cuma sekitar Rp 5,6 juta. Tapi angka itu bisa dipangkas lagi jadi hanya Rp 3,6 juta per tahun kalau pengisiannya dilakukan di rumah pakai listrik PLN. Selisihnya bisa mencapai Rp 9-10 juta per tahun. Cukup besar, bukan?
Artikel Terkait
Polytron Raih Gelar Motor Listrik Favorit Gen Z di YCA 2026
Roy Suryo Dilaporkan Eggi Sudjana, Tetap Ngotot Usut Ijazah Jokowi
Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Anak Bohong Usia di Medsos, Kominfo Soroti Bahaya Konten Dewasa