Gelombang wisatawan Indonesia ke Korea Selatan terus membesar. Tahun demi tahun, angkanya merangkak naik. Dan pada 2025, tercatat sebuah rekor baru: jumlah kunjungan dari Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.
Data dari Korea Tourism Organization (KTO) membuktikan tren positif ini. Sebelum pandemi, tepatnya di 2019, ada sekitar 278 ribu orang Indonesia yang memilih Korea sebagai destinasi. Masa sulit 2020-2022 memang sempat membuat grafik itu terjun bebas. Namun, pemulihan mulai terlihat di 2023 dengan 250 ribu kunjungan. Lalu, lonjakan signifikan terjadi: 336 ribu wisatawan di 2024, dan melonjak lagi menjadi 365.596 di tahun 2025.
Kim Jisun, Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, menyambut gembira pencapaian ini.
"Kami sangat senang dengan kabar ini. Ini menunjukkan eksistensi budaya dan potensi pariwisata Korea di Indonesia masih terus bertahan. Jumlah tersebut bukan hanya yang terbanyak sepanjang sejarah, tapi juga telah mencapai target yang kami tentukan di awal 2025," ujarnya.
Posisi Indonesia di peta wisatawan global ke Korea pun cukup mentereng. Di tingkat dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-9. Sementara di kawasan ASEAN, kita ada di posisi keempat, setelah Filipina, Vietnam, dan Singapura. Peringkat ini tak berubah dari tahun sebelumnya.
Lantas, apa yang mendorong peningkatan ini? Menurut Kim Jisun, ada beberapa faktor kunci. Upaya promosi KTO di Indonesia tentu berperan besar. Tapi, kebijakan pemerintah dan faktor eksternal lain juga memberi angin segar.
Misalnya, munculnya rute penerbangan transit baru dari berbagai maskapai. Lalu, ada kebijakan pembebasan biaya visa elektronik grup yang berlaku sepanjang 2025. Jangan lupa, daya tarik event besar seperti konser K-Pop di Korea juga punya magnet kuat bagi para penggemar di Indonesia.
Memasuki 2026, optimisme tetap tinggi. Kim Jisun menyebut beberapa alasan.
"Survei di Indonesia menunjukkan pola perjalanan yang kini lebih stabil, dengan Korea tetap jadi favorit. Pembebasan biaya visa grup diperpanjang hingga Juni 2026. Ditambah proyek kampanye KTO dengan berbagai pihak, semua ini akan jadi faktor pendorong kunjungan di tahun depan," katanya.
Di sisi lain, KTO Jakarta tak berhenti berinovasi. Mereka akan terus menggulirkan kampanye promosi dengan beragam tema spesifik. Mulai dari wisata Muslim, keluarga, olahraga, hingga MICE.
Kampanye "100 Must-Visit Tourist Spots of Korea" yang dimulai 2025 akan tetap jadi andalan di 2026. Program ini menyoroti seratus destinasi ikonik di seluruh penjuru Korea.
"Kami masih mengedepankan kampanye 100 destinasi wisata paling ikonik itu untuk wisatawan mancanegara," jelas Kim Jisun.
Beberapa spot yang masuk daftar dan sayang untuk dilewatkan wisatawan Indonesia antara lain Seongsu-dong Street yang hip, kompleks Cheongwadae, atau Imjingak Resort. Ada juga Songdo Central Park, Gwangmyeong Cave yang unik, hingga pantai-pantai menawan seperti Daecheon dan Kkotji. Destinasi budaya seperti Oseong Hanok Village dan Beopjusa Temple juga masuk dalam rekomendasi.
Dengan semua program itu, target KTO Jakarta untuk 2026 cukup ambisius.
"Melalui berbagai promosi, kami menargetkan sekitar 425 ribu wisatawan Indonesia akan mengunjungi Korea tahun depan," pungkas Kim Jisun.
Artikel Terkait
22.617 Warga Tinggalkan Jakarta Usai Lebaran, Hampir Dua Kali Lipat Jumlah Pendatang Baru
Pattynama Optimis Persija Kalahkan Persib di Laga El Clasico
Timnas Indonesia U-17 Tahan Gempuran China di Babak Pertama Piala Asia U-17
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB