Minggu lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Soeharto di Sarajevo. Kunjungan kerja ke Bosnia dan Herzegovina itu memang punya agenda utama membahas kerja sama pertahanan. Tapi, mampir ke masjid bersejarah itu jelas bukan sekadar selingan biasa.
Masjid itu, yang juga dikenal warga lokal sebagai Masjid Istiklal, punya cerita panjang. Ia adalah saksi bisu solidaritas Indonesia terhadap Bosnia dan Herzegovina di masa-masa sulit pasca konflik Balkan tahun 90-an. Bayangkan, di tengah reruntuhan pasca perang, Indonesia hadir dengan inisiatif membangun tempat ibadah sebagai bentuk dukungan moral. Itu bukan hal sepele.
Menurut keterangan pers Kemenhan yang dirilis Senin (12/1), nilai historisnya sangat kuat.
Artikel Terkait
Membedah Jenazah dalam Islam: Antara Kehormatan dan Keadilan
KPK Geledah Kantor Pajak Jakut, Dugaan Suap Diskon Rp 60 Miliar Terkuak
Menteri Kesehatan Desak Perbaikan Rumah Nakes Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa