Di Desa Mekarwangi, Lembang, ada seorang Bhabinkamtibmas yang langkahnya berbeda. Bripka Muhammad Taufan Rizky punya keprihatinan mendalam: bagaimana caranya agar anak yatim dan keluarga kurang mampu di wilayahnya tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak. Dari keprihatinan itulah, akhirnya, lahir sebuah pondok pesantren gratis.
Inisiatifnya ini tak luput dari perhatian warga. Bahkan, nama Bripka Taufan kini diusulkan menjadi salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026. Pondok pesantren yang ia dirikan bersama rekan-rekannya, Daarul Huda Al-Azis, sudah berdiri sejak 2020 lalu.
Rustandi, Sekretaris Desa Mekarwangi, mengonfirmasi hal itu.
Menurutnya, bangunan pesantren itu menempati lahan desa. Soal biaya? Berasal dari kantong pribadi Bripka Taufan, sumbangan warga, dan donatur yang tergerak.
Sejak ditugaskan sebagai Bhabin di Mekarwangi pada 2018, Taufan memang dikenal punya jiwa sosial tinggi, terutama untuk anak yatim dan duafa. Pihak desa pun merasa sangat terbantu dengan kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak setempat.
Rustandi menambahkan, antusiasme warga begitu besar. Mereka ikut bergotong royong saat pembangunan berlangsung.
Di luar tugas pokoknya, Taufan juga aktif berdakwah. Setiap Jumat, ia biasa keliling dari masjid ke masjid di wilayahnya untuk memberikan ceramah.
Dimulai dari Sebuah Terpal
Semua berawal dari keprihatinan di tahun 2020. Saat pandemi COVID-19 melanda, Taufan melihat banyak anak yatim dan keluarga miskin yang kesulitan biaya hidup, termasuk untuk sekolah.
Artikel Terkait
Bocah 9 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Halaman Rumah, Sopir Diduga Mengantuk
Herdman Soroti Potensi Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra Usai Kekalahan Timnas
BMKG Samarinda: Ekuinoks Picu Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Polda Riau Ungkap 3.164 Kasus Narkoba dan Pecat 18 Anggotanya Sendiri