Razman pun membalas. Menurutnya, justru Roy-lah yang ditunggu-tunggu kehadirannya di pengadilan, bukan Jokowi.
"Itu bukan pelaporan Anda, Mas Roy yang ditunggu dengan Rismon di sono," sahut Razman.
Ia kemudian kembali ke pokok pertanyaannya. "Kalau Mas Roy ingin menguji ini di pengadilan, ada 1.000 pertanyaan, sudah secepatnya agar sidang di pengadilan. Itu forum untuk menguji ijazah Jokowi," tegasnya.
Pertukaran pandangan ini meninggalkan kesan bahwa polemik seputar ijazah presiden masih punya jalan panjang. Di satu sisi ada tuntutan uji materi ke MK, di sisi lain ada desakan untuk menyelesaikannya di ranah pengadilan biasa. Suasana debatnya sendiri terasa cukup hangat, khas percakapan politik Indonesia yang kerap berliku.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS
BRILink Agen di Sumbawa Permudah Akses Keuangan Warga Desa Terpencil