Razman pun membalas. Menurutnya, justru Roy-lah yang ditunggu-tunggu kehadirannya di pengadilan, bukan Jokowi.
"Itu bukan pelaporan Anda, Mas Roy yang ditunggu dengan Rismon di sono," sahut Razman.
Ia kemudian kembali ke pokok pertanyaannya. "Kalau Mas Roy ingin menguji ini di pengadilan, ada 1.000 pertanyaan, sudah secepatnya agar sidang di pengadilan. Itu forum untuk menguji ijazah Jokowi," tegasnya.
Pertukaran pandangan ini meninggalkan kesan bahwa polemik seputar ijazah presiden masih punya jalan panjang. Di satu sisi ada tuntutan uji materi ke MK, di sisi lain ada desakan untuk menyelesaikannya di ranah pengadilan biasa. Suasana debatnya sendiri terasa cukup hangat, khas percakapan politik Indonesia yang kerap berliku.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Perminas Resmi Diresmikan, Fokus Garap Tanah Jarang yang Terpendam
Jelajah Hainan: Liburan Tanpa Visa Mulai Rp 4,1 Juta
Garuda Futsal Siap Hadang Jepang di Indonesia Arena