Mafirion Desak Pengungkapan Pelaku Lain di Balik Penganiayaan Nenek Saudah

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:55 WIB
Mafirion Desak Pengungkapan Pelaku Lain di Balik Penganiayaan Nenek Saudah

Kasus Nenek Saudah yang dianiaya di Pasaman, Sumatra Barat, terus bergulir. Anggota DPR Mafirion kini angkat bicara, mendesak aparat untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat. Menurutnya, negara wajib hadir membela nenek itu.

“Kasus ini harus dibawa ke pengadilan dan diselesaikan sampai tuntas,” tegas Mafirion dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

“Semua pihak yang bersalah harus dihukum secara adil. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Negara harus hadir dan berpihak pada korban.”

Peristiwa memilukan itu terjadi di Nagari Padang Mantinggi, Rao. Nenek Saudah diserang oleh orang tak dikenal, dan banyak yang menduga keras aksi ini terkait aktivitas tambang ilegal yang meresahkan warga.

Mafirion sendiri punya keyakinan kuat. Dia menegaskan penanganan kasus ini tak boleh berhenti pada satu pelaku saja. “Ini tidak boleh berhenti pada satu orang yang saat ini ditangkap,” ujarnya.

Logikanya sederhana. Tanah itu milik Nenek Saudah, dan kejadiannya beririsan dengan aktivitas tambang. “Secara logika, tidak mungkin satu orang melakukan semua itu sendirian. Artinya, ada pelaku lain yang harus diungkap,” tutur politisi dari Komisi XIII itu.

Di sisi lain, respons kepolisian tampak berbeda. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, menyebut pelaku sudah diamankan. “Pelaku sudah ditangkap. Berdasarkan hasil penyelidikan pelakunya satu orang, yaitu IS,” jelasnya pada Selasa (6/1/2026).

“IS disebut-sebut masih memiliki hubungan kerabat dengan nenek Saudah.”


Halaman:

Komentar