Rika Gresia Wahyudi, Pjs Corporate Secretary Pertamina NRE, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari strategi jangka panjang.
"Dengan menjadi pemegang saham di emiten EBT terkemuka Filipina, kami bangga bisa berkontribusi pada pengembangan sektor ini, tidak hanya secara nasional tapi juga regional," katanya. "Investasi ini menegaskan komitmen kami untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong percepatan transisi energi di ASEAN."
Melalui langkah ini, Pertamina NRE konsisten memperkuat perannya sebagai perusahaan energi bersih yang siap mendukung program pemerintah. Namun begitu, ada aspek pembelajaran yang juga tak kalah penting.
Eri Reksoprodjo, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, berharap banyak. Selain tentu saja keuntungan finansial, perusahaan juga diharapkan bisa memetik pelajaran dari pengalaman CREC. Potensi kerjasama yang saling menguntungkan ini diyakini bisa memberi nilai tambah dan memajukan kinerja portofolio Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tanah air.
Jadi, ini lebih dari sekadar transaksi. Ini tentang membangun fondasi untuk masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di kawasan.
Artikel Terkait
Iran Ingatkan Trump: Invasi Afghanistan dan Irak Adalah Pelajaran Mahal yang Tak Boleh Terulang
Perbaikan Intensif di Tol Japek, Arus Tetap Dijaga Lancar
Pengacara Kaget, Habib Bahar Ditetapkan Tersangka Penganiayaan
Polri Bantah Buronan Korupsi Minyak Punya Paspor Ganda