Getaran dirasakan warga di Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, dini hari tadi. Menurut data yang dirilis BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 4,2 itu terjadi sekitar pukul setengah tiga pagi.
Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, tepatnya di laut sekitar 8 kilometer arah barat laut dari pulau tersebut. Hanya berselang kurang dari satu menit, guncangan susulan yang lebih kecil, M 3,9, kembali terjadi.
"Mag:4.2, 03-Feb-2026 02:30:57WIB, Lok:8.35LS, 116.97BT (8 km BaratLaut PULAUSARINGI-NTB). Kedalaman: 10 Km,"
Begitu bunyi pernyataan resmi BMKG yang diunggah via platform X. Mereka juga langsung merilis detail gempa susulannya.
"Mag:3.9, 03-Feb-2026 02:31:40WIB, Lok:8.41LS, 116.96BT (5 km BaratLaut PULAUSARINGI-NTB). Kedalaman: 6 Km,"
Sayangnya, informasi mengenai kerusakan atau dampak gempa ini masih belum jelas. Laporan dari lapangan sejauh ini belum masuk. BMKG sendiri mengingatkan bahwa data awal ini masih bersifat sementara.
Dalam postingannya, mereka menambahkan catatan penting: data bisa saja berubah nantinya seiring proses analisis yang lebih lengkap. Intinya, laporan pertama tadi mengutamakan kecepatan penyebaran informasi kepada publik.
Untuk sekarang, situasi di Pulau Saringi masih dalam pemantauan. Warga setempat diharap tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lain, meski kekuatannya diperkirakan tidak akan besar.
Artikel Terkait
Pemerintah Didorong Tetapkan Harga B50 Kompetitif agar Tak Kalah Saing dengan Solar Konvensional
Prancis Hajar Norwegia 4-1, Pastikan Puncak Klasemen Grup I Piala Dunia 2026
Gubernur Pramono Anung Larang Intervensi ke PAM Jaya, Tegaskan Pemisahan Regulator dan Operator
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG: Berpusat di Laut dengan Kedalaman 10 Km