Pertamina NRE Resmi Masuk ke Pasar Filipina, Akuisisi 20% Saham Raksasa Surya CREC

- Selasa, 03 Februari 2026 | 00:40 WIB
Pertamina NRE Resmi Masuk ke Pasar Filipina, Akuisisi 20% Saham Raksasa Surya CREC

Selasa lalu, tepatnya 13 Januari 2026, catatan penting terdaftar di Philippine Stock Exchange. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kini secara resmi tercatat sebagai pemegang saham di Citicore Renewable Energy (CREC), raksasa energi terbarukan Filipina. Ini bukan langkah mendadak. Proses akuisisi 20 persen saham itu sendiri sudah rampung dibahas dan ditandatangani di Jakarta pada Juni 2025 lalu, dengan nilai investasi yang mencapai sekitar 120 juta dolar AS.

Bagi Pertamina NRE, langkah ini jelas sebuah tonggak. Mereka tak cuma memperkuat portofolio bisnis energi bersih, tapi juga menancapkan kakinya lebih dalam di pasar regional Asia Tenggara. Di sisi lain, bagi CREC, kemitraan ini dibaca sebagai langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak.

CEO dan President CREC, Oliver Y Tan, dengan tegas menyatakan hal itu.

"Kemitraan ini selaras dengan pengalaman dan keahlian kami di teknologi energi terbarukan," ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi, Selasa (2/2/2026). "Saya yakin, melalui kerjasama ini, Pertamina NRE dan CREC bisa bersama-sama memajukan tujuan transisi energi Filipina dan Indonesia. Bahkan, ini bisa mendukung pertumbuhan di seluruh kawasan ASEAN."

Keyakinan Tan punya dasar. CREC bukan perusahaan kecil. Sebagai pemain terkemuka di Filipina, portofolio proyek tenaga surya mereka berkembang pesat. Hingga Desember 2025, kapasitas terpasang brutonya sudah mencapai 596 MWp. Ambisi mereka jauh lebih besar: mengejar target 5 GW pada 2029. Target yang, jika tercapai, akan memberi kontribusi signifikan bagi pengurangan emisi karbon.

Nah, dari sinilah sinergi yang lebih luas diharapkan muncul. Kemitraan ini bukan sekadar urusan kepemilikan saham. Ada harapan untuk kolaborasi nyata dalam menggarap proyek-proyek Energi Baru Terbarukan (EBT), baik di Indonesia maupun di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Transfer teknologi dan peningkatan keahlian teknis menjadi bagian dari agenda yang ingin dicapai.


Halaman:

Komentar