3. Jejak Kolonialisme yang Tak Pernah Ada
Ini fakta sejarah yang cukup membedakan Thailand dari tetangganya. Mereka adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tak pernah dijajah bangsa Eropa. Nama 'Prathet Thai' sendiri artinya "Tanah Merdeka".
Bagaimana bisa? Salah satu kuncinya adalah posisi strategis Thailand sebagai zona penyangga antara kekuasaan Inggris dan Prancis. Di sisi lain, kebijakan modernisasi Raja Chulalongkorn di akhir abad ke-19 berhasil memperkuat kedaulatan negara dari dalam.
4. Pesta Rakyat yang Tak Ada Duanya
Kalender di Thailand penuh dengan perayaan yang hidup dan unik. Songkran, misalnya. Festival Tahun Baru setiap April itu dirayakan dengan pesta perang air nasional yang riuh rendah.
Lalu ada Festival Monyet di Lopburi. Bayangkan, sekitar dua ton makanan disiapkan khusus untuk monyet-monyet yang dianggap keramat. Jangan lewatkan juga Surin Elephant Round-Up, di mana gajah-gajah tampil main bola, melukis, dan berbagai atraksi menakjubkan lainnya.
5. Jiwa Buddha yang Meresap
Lebih dari 90% penduduk Thailand menganut Buddha. Pengaruhnya terasa di mana-mana: dari sekitar 35.000 kuil yang bertebaran, hingga dalam seni dan arsitektur kota.
Warna putih pada bendera mereka melambangkan agama. Patung Buddha Agung Thailand, dengan tinggi lebih dari 90 meter, menjadi simbol keagungannya.
Bagi wisatawan, menghormati tradisi lokal adalah keharusan. Melepas alas kaki sebelum masuk kuil, contohnya. Atau hindari menyentuh kepala orang, karena bagian tubuh itu dianggap paling suci.
Artikel Terkait
Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Barang Modal Jadi Penyumbang Utama
Prabowo Garap Reformasi OJK Usai Tiga Puncak Mundur
Secondhand Serenade Gelar Konser Simfoni Patah Hati di Indonesia
Konsumsi Listrik Tembus 317 TWh, Sektor Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar