Konsumsi Listrik Tembus 317 TWh, Sektor Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar

- Senin, 02 Februari 2026 | 11:00 WIB
Konsumsi Listrik Tembus 317 TWh, Sektor Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar

Sepanjang tahun 2025, penjualan listrik PLN ternyata cukup menggembirakan. Angkanya mencapai 317,69 terawatt hour (TWh). Kalau dibandingin sama tahun sebelumnya yang 306,22 TWh, artinya ada pertumbuhan sekitar 3,75 persen. Lumayan, kan?

Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, capaian ini nggak lepas dari peran pemerintah dan kerja sama berbagai pihak. Dunia lagi penuh gejolak, mulai dari geopolitik sampai ekonomi global yang serba nggak pasti, tapi sektor ketenagalistrikan kita bisa tetap kuat.

"Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Darmawan, Senin (2/2/2026).

Dia juga bilang, transformasi yang digeber PLN sejak 2020 bikin perusahaan ini lebih siap. Siap menanggapi lonjakan permintaan listrik yang terus terjadi. Intinya, proses bisnis jadi lebih simpel, budaya kerjanya juga lebih adaptif dan fokus ke pelanggan.

"Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat," tutur Darmawan.

Nah, soal siapa yang paling banyak nyedot listrik, rupanya masih dipegang sama sektor rumah tangga. Kontribusinya besar, mencapai 133,41 TWh atau hampir 42 persen dari total penjualan nasional. Angkanya naik 3,2 persen dari tahun 2024.

Di sisi lain, sektor industri juga tumbuh, meski lebih pelan. Konsumsinya menyentuh 93,35 TWh dengan pertumbuhan 2,5 persen. Penggeraknya datang dari industri makanan-minuman, besi dan baja, serta barang galian bukan logam.

Yang menarik, sektor bisnis justru menunjukkan lonjakan cukup kencang. Konsumsinya naik 5,4 persen jadi 60,74 TWh. Pemicunya? Ternyata datang dari data center, mall, pusat perbelanjaan, sampai gudang dan logistik yang makin ramai.

Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PLN, yang jelasin soal ini. Katanya, pertumbuhan konsumsi listrik tahun lalu memang didorong kebutuhan dari berbagai sektor, seiring menggeliatnya aktivitas industri dan bisnis.

"Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional," jelas Adi.

Oh ya, ada satu lagi indikator yang positif: pelanggan baru. Sepanjang 2025, ada tambahan 3,29 juta pelanggan yang daftar. Totalnya sekarang mencapai 96,2 juta. Ini jelas sinyal bagus, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tumbuh.

"Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang," pungkas Adi.

Jadi, secara keseluruhan, laporan dari PLN ini memberikan gambaran yang cukup optimis. Ekonomi bergerak, dan listrik tetap jadi urat nadinya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar