Yang menarik, sektor bisnis justru menunjukkan lonjakan cukup kencang. Konsumsinya naik 5,4 persen jadi 60,74 TWh. Pemicunya? Ternyata datang dari data center, mall, pusat perbelanjaan, sampai gudang dan logistik yang makin ramai.
Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PLN, yang jelasin soal ini. Katanya, pertumbuhan konsumsi listrik tahun lalu memang didorong kebutuhan dari berbagai sektor, seiring menggeliatnya aktivitas industri dan bisnis.
"Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional," jelas Adi.
Oh ya, ada satu lagi indikator yang positif: pelanggan baru. Sepanjang 2025, ada tambahan 3,29 juta pelanggan yang daftar. Totalnya sekarang mencapai 96,2 juta. Ini jelas sinyal bagus, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tumbuh.
"Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang," pungkas Adi.
Jadi, secara keseluruhan, laporan dari PLN ini memberikan gambaran yang cukup optimis. Ekonomi bergerak, dan listrik tetap jadi urat nadinya.
Artikel Terkait
Denada Akui Ressa sebagai Anak Kandung, Minta Maaf Setelah 24 Tahun
Prabowo Tegaskan Nonblok, Tapi Ingatkan: Tak Ada yang Akan Bantu Kita
Prabowo Ingatkan Dunia Masih Rimba: Tak Ada yang Akan Menolong Kita
Denada Akui Ressa Rossano sebagai Anak Kandung, Ungkap Penyesalan Lewat Video