Di hadapan ribuan kepala daerah dan pejabat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keluhannya tentang pemandangan yang kini jadi hal biasa di banyak kota. Menurutnya, spanduk dan baliho iklan luar ruang sudah kelewat batas. "Sangat mengganggu estetika," ujarnya.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato di Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026, Senin lalu, yang digelar di Sentul International Convention Center. Prabowo bercerita berdasarkan pengalamannya blusukan ke sejumlah daerah. Baginya, banyak kota kini kehilangan ciri khas, tampak seragam hanya karena dibanjiri iklan berukuran raksasa.
"Terus terang saja saya minta kepada kepala pemerintah ya tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk terlalu banyak," tegas Prabowo.
Dia lalu memberi contoh. "Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir tidak berbeda, spanduk-spanduk-spanduk. Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk-spanduk-spanduk," keluhnya dengan nada jenuh. Lalu dengan nada sedikit guyon, dia menambahkan, "Ayam goreng pesan satu dapat satu free, kenapa harus besar-besar sih."
Di sisi lain, Prabowo sangat menekankan soal pentingnya menjaga wajah kota. Ini terutama untuk daerah-daerah yang mengandalkan pariwisata. Logikanya sederhana: turis datang untuk menikmati pemandangan, bukan deretan baliho.
"Turis datang enggak mau lihat spanduk," katanya. Dia lantas mengenang Bogor. "Bogor dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi Presiden ya tinggal di Bogor."
Namun begitu, dia tak mau penertiban dilakukan secara kasar. Presiden menginginkan pendekatan dialogis.
"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho, iklan. Tolong ditertibkan," pinta Prabowo. "Ajak bicara pengusaha, KADIN, HIPMI, yak an? Asosiasi pengusaha, bicara lah."
Argumennya tentang Bali cukup jelas mewakili keresahannya. "You bikin iklan jangan terlalu besar. Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat [iklan] Kentucky Fried Chicken besar-besar, McDonald."
Rakornas yang digelar Kemendagri tahun ini mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Pertemuan besar ini dihadiri sekitar 4.487 peserta, mulai dari level menteri, gubernur, bupati, walikota, hingga pimpinan DPRD dan Forkopimda se-Indonesia. Momen inilah yang dipakai Prabowo untuk menyampaikan imbauannya itu, di tengah agenda besar pembahasan program prioritas.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu