Prabowo Soroti Kritik Makan Bergizi Gratis: White House Sedang Pelajari Program Kita

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:35 WIB
Prabowo Soroti Kritik Makan Bergizi Gratis: White House Sedang Pelajari Program Kita

Dalam Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya pada program Makan Bergizi Gratis. Program ini, menurutnya, tak cuma jadi prioritas setelah swasembada energi dan pangan, tapi juga mulai menarik perhatian dunia internasional. Bahkan, Gedung Putih di Amerika Serikat disebut-sebut turut mempelajarinya.

Prabowo mengungkapkan, inti dari program ini adalah membalikkan aliran uang.

"Baru kita harus mengubah aliran uang dari desa ke ibu kota dan keluar negeri, kita harus membalikkan, antara lain Makan Bergizi Gratis," tegasnya di hadapan para peserta rapat.

Targetnya jelas: memastikan anak-anak Indonesia makan cukup. Dan hasilnya sejauh ini, klaim Prabowo, cukup mencengangkan. Dalam tempo sekitar satu tahun empat bulan, program ini sudah menjangkau 60 juta penerima manfaat. Angka itu akan segera dikejar, menuju target 82 juta penerima. Tak main-main, produksi makanannya sudah mencapai 17 miliar porsi.

Namun begitu, jalan program ini tak lepas dari kritik. Prabowo mengakuinya. Tapi dia justru heran, mengapa kritik itu masih terus mengalir padahal capaiannya sudah di depan mata. Dia menyoroti isu keracunan yang kerap diangkat.

"Tidak ada yang menduga kita mampu. Banyak, bahkan orang-orang hebat meramalkan, pasti gagal. Sekian ribu keracunan, kita makan di restoran paling mahal di Jakarta saja, ada yang keracunan," ujarnya dengan nada sedikit bersemangat.


Halaman:

Komentar