Bayi Ditemukan di Pasar Nalo, Ibu Kandung Diamankan dalam Kondisi Sakit

- Selasa, 03 Maret 2026 | 16:50 WIB
Bayi Ditemukan di Pasar Nalo, Ibu Kandung Diamankan dalam Kondisi Sakit

Seorang bayi baru lahir ditemukan di tempat sampah Pasar Nalo, Pademangan. Yang membuangnya adalah sang ibu kandung sendiri, seorang perempuan berinisial DR (20). Kabar baiknya, kondisi bayi malang itu kini mulai membaik setelah mendapat perawatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, mengonfirmasi perkembangan tersebut pada Selasa (3/3/2026).

"Bayi sudah dibawa ke RSUD Pademangan," jelasnya. "Dari keterangan dokter jaga, kondisinya sudah berangsur pulih."

Sementara si bayi mulai selamat, nasib sang ibu justru berbalik. DR saat ini diamankan polisi, tapi bukan di sel tahanan biasa. Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Usai nekat melahirkan sendiri, tubuhnya mengalami infeksi dan kadar hemoglobinnya anjlok.

"Untuk pelaku sudah dimintakan visum di RS Polri dan sudah mendapatkan perawatan intensif yaitu pelaku mengalami infeksi dan HB rendah," ujar Maryati.

Lantas, apa yang mendorong seorang ibu muda membuang anaknya sendiri? Polisi mengungkap, bayi itu adalah buah dari hubungan gelap. DR bekerja sebagai racker atau penyusun bola biliar di kawasan Mangga Dua. Dari situlah ia mengenal seorang pelanggan yang kemudian menjalin hubungan intim dengannya hingga menyebabkan kehamilan.

Kisahnya berlanjut ke dini hari yang kelam. Menurut pengakuan DR, ia merasakan mules pada Senin (2/2) sekitar pukul 04.00. Tanpa bantuan siapa pun, ia melahirkan di kamarnya sendiri. Situasi yang pasti menakutkan bagi seorang perempuan berusia 20 tahun.

"Pelaku mengaku tanpa dibantu oleh orang lain melahirkan secara mandiri di dalam kamarnya," tutur Maryati Jonggi.

Setelah bayinya lahir, ia mengambil gunting untuk memotong tali pusar. Tindakannya setelah itu yang membuat hati miris. Bayi itu dibungkus sarung, dimasukkan ke dalam tas ransel. Ari-arinya dibuang ke kloset. Lebih menyedihkan lagi, DR mengajak adik kandungnya yang masih berusia tujuh tahun untuk ikut serta membuang sang bayi ke tumpukan sampah di pasar.

Sebuah rangkaian keputusan tragis yang kini harus dipertanggungjawabkannya di hadapan hukum, sementara tubuhnya sendiri masih berjuang melawan sakit.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar